<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>rumbahpetis</title>
	<atom:link href="http://rumbahpetis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumbahpetis.wordpress.com</link>
	<description>enak dipangan, blenak dibaca</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Mar 2009 10:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rumbahpetis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>rumbahpetis</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rumbahpetis.wordpress.com/osd.xml" title="rumbahpetis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rumbahpetis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Air Mata Ibu di Hari Tuanya</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/air-mata-ibu-di-hari-tuanya/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/air-mata-ibu-di-hari-tuanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[school of life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Usia bumi ini sepertinya tidak hanya tua, tapi malah benar-benar telah renta. Dan zaman ini tidak hanya edan, tapi emang telah benar-benar endan. Di pagi hari. Seperti biasanya, saya jalan-jalan pagi seusai sholat subuh. Kemudian, saya pergi ke rumah seorang teman untuk membeli pulsa. &#8220;Oh&#8230;sepertinya ada orang baru dikedainya?&#8221;, di benak saya. Karena, selain jual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=29&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usia bumi ini sepertinya tidak hanya tua, tapi malah benar-benar telah renta. Dan zaman ini tidak hanya edan, tapi emang telah benar-benar endan.</p>
<p>Di pagi hari. Seperti biasanya, saya jalan-jalan pagi seusai sholat subuh. Kemudian, saya pergi ke rumah seorang teman untuk membeli pulsa. &#8220;Oh&#8230;sepertinya ada orang baru dikedainya?&#8221;, di benak saya. Karena, selain jual pulsa elektrik, ibu teman saya juga menjual makanan sarapan pagi.</p>
<p>Ketika, saya berada di kedai itu, ternyata ada seorang ibu yang sudah tua, dan ia sedang berkeluh kesah tentang nasib yang menimpanya. Usianya skitar 70 tahunan. Seharusnya, sebuah karunia yang lebih terasa indah, bila dilalui dengan ibadah, dan bersama-sama dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Nasib ibu tua ini, sebaliknya. Ia harus menghadapi penderitaan, dan perasaannya hancur berkeping-keping. Ia harus rela terlunta-lunta, karena semua hartanya telah diambil secara licik dan paksa oleh anak-anaknya sendiri.</p>
<p>Sebenarnya, ibu tua ini adalah seorang janda yang cukup kaya. Ia mempunyai tiga anak. Dan, semuanya telah berkeluarga serta telah menghadiahkan cucu-cucu kepadanya. Namun, harapan hidup bahagia sirna sudah. Anak-anak yang ia harapkan akan merawatnya kala ia telah lanjut usia, ternyata malah mengambil semua hartanya dan telah mengusirnya.</p>
<p>Ibu tua itu menuturkan. Ia memiliki tiga buah rumah di Medan yang disewakan. Alih-alih ingin melihat keadaan rumah miliknya, yang ia dapati ketiga rumah tersebut telah menjadi milik orang lain. Rumah itu dibeli dari anaknya yang tinggal diMedan dengan harga yang mahal. Harapanya pudar. Meskipun, ibu tua tetap memaafkan. Betapapun, ia melihat mereka ini adalah anak-anaknya sendiri. Lagi pula ia masih memiliki tiga buah rumah di sebuah kota di propinsi Aceh. Kenyataannya, apa yang ia dapati, rumah baru atas bantuan asing, yang ia terima sebagai ganti rumah yang habis ditelan tsunami tahun 2004 lalu, sambil mengelus dada, dan ternyata kunci kedua rumahnya yang baru telah diambil oleh anak perempuanya yang tinggal satu daerah dengannya. Memang, ketika ia melakukan konfirmasi, ternyata ketika penyerahan kunci, sang anak yang mengaku hanya mewakilinya, dikarenakan waktu itu, sang anak mengatakan bahwa ibunya yang telah renta itu sedang sakit berat.</p>
<p>Mendapati kenyataan yang demikian, masih terbersit harapannya untuk hidup serumah dengan anak perempuan dan cucu-cucunya. Namun kenyataan pahit kembali menyapanya.</p>
<p>Hari mulai malam dan kantuk mulai menyapa. Perlahan ibu tua itu rebahkan tubuhnya didipan belakang, belum sempat matanya terpejam penuh. Ia terperanjat dengan lengkingan suara anak perempuanya &#8220;Abang!&#8221; sebutan untuk anak laki-lakinya. &#8220;Abang! Cepat seret keluar nenek tua ini. Jangan biarkan malam ini tidur dirumah kita!&#8221;, teriak anak perempuannya. Entah berapa ribu syetan yang bersarang dikepalanya. Sehingga sang abang dengan sigap dan cepat menyeret paksa nenek tua itu yang tidak lain adalah nenek kandungya sendiri dan mencampakkannya keluar rumah. Na&#8217;udzubillahi min dzalik, semoga kita terhindar dari semua ini.</p>
<p>Dalam keterpurukannya ia masih memiliki harapan tempat tinggal yang beberapa bulan lalu ia sewakan. Namun kali ini ia harus kelihangan semuanya (harapan terakhirnya). Karena sebelum ia utarakan maksudnya, sang penyewa telah menuturkan; bahwa mereka telah diminta membayar uang sewanya oleh anak perempuanya yang saat itu berdalih untuk pengobatan dirinya. Sungguh harapanya nyaris hilang. Apalagi saat ini tidak ada lagi tempat untuk bernaung dan berbagi. Saat itulah airmata seorang ibu tua menetes.</p>
<p>Di antara rentetan nasib buruk, ingin ia mengadukan kepolisi, tapi ia sadar ini adalah aib dan orang yang jahat-jahat itu tidak lain adalah darah dagingnya sendiri. Kemudian, ia teringat surat rumah yang masih ia miliki, surat itu ia tunjukkan pada orang yang terpandang di desa tersebut. Namun, pernyataan orang tersebut sangat mengejutkan, surat-surat itu hanyalah hasil foto copy. Lengkap sudah penderitaanya.</p>
<p>Ibu tua menuturkan kisahnya dengan berurai air mata, sambil menunjukkan bagian badanya yang lebam akibat pukulan cucunya.</p>
<p>Saat ini ia tinggal atas belas kasih orang lain yang lebih memiliki hati nurani.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=29&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/air-mata-ibu-di-hari-tuanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup dan Perjuangan</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/hidup-dan-perjuangan/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/hidup-dan-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Saat melihat bayi dalam kandungan tentu sulit rasanya membayangkan bagaimana bayi sebesar itu dapat keluar dari rahim seorang ibu. Namun kekuasaan Allah yang kemudian memberikan kekuatan pada seorang ibu, yang dengan segenap kemampuannya, mencoba memenangkan pertarungan sakit yang luar biasa demi melahirkan sang bayi. Menginjak balita kita tertatih jatuh bangun untuk belajar berdiri, berjalan hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=26&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat melihat bayi dalam kandungan tentu sulit rasanya membayangkan bagaimana bayi sebesar itu dapat keluar dari rahim seorang ibu.  Namun kekuasaan Allah yang kemudian memberikan kekuatan pada seorang ibu, yang dengan segenap kemampuannya, mencoba memenangkan pertarungan sakit yang luar biasa demi melahirkan sang bayi.  Menginjak balita kita tertatih jatuh bangun untuk belajar berdiri, berjalan hingga berlari, entah berapa kali pun kita terjatuh, tapi tak jua membuat kita menyerah dan berhenti untuk belajar berlari.  Kehidupan ini penuh titian, tidak semua manusia diuji Allah dengan nikmat dan kemudahan, karena sebagian manusia yang lain diujiNya dengan berbagai kesulitan. Ya, itulah salah satu cara Allah menyayangi kita, memberikan ujian berupa kesulitan dalam meniti jalan keridhoanNya. Sebagaimana firmanNya, &#8220;Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Qs. Al- Mulk:2)  Allah melihat seberapa sulit dan besar pengorbanan yang kita lakukan dalam proses menggapai jalan keridhoanNya bukan semata-mata pada hasil. Jika manusia lulus melaluinya, maka tidak hanya kebahagian akhirat, melainkan adakala juga berbuah kesuksesan di dunia.  Hal itulah yang dialami oleh Syekh Ahmad Yasin yang dengan keterbatasan penglihatan dan sambil berada di atas kursi roda mampu menjadi pimpinan HAMAS yang sangat disegani bahkan ditakuti para zionis.  Atau masih ingatkah kita kisah cangkir cantik? Yang dibentuk dari tanah liat yang kotor, kemudian ia ditempa, dipukul berulangkali, hingga harus dibakar hingga akhirnya ia mampu menjadi cangkir cantik yang memiliki manfaat bagi orang lain. Bahkan sepiring nasi yang tersaji pun dilatar belakangi liku-liku, mulai dari benih padi, ditanam, dirawat, dipanen, dialu menjadi beras, baru kemudian menjadikannya nasi. Ya, tidak ada yang mudah dalam hidup ini.  Hidup ini penuh dengan kompetisi, mulai dari saat kita belum dilahirkan, di mana kita bersaing dengan berjuta sprema hingga akhirnya kita yang terlahir di dunia ini kemudian kita menjadi dewasa seperti sekarang, semua kita lalui dengan kompetisi. Dan para pemenangnya adalah mereka yang berlari dengan penuh kekuatan.  Bagaimana pun kondisi kita saat ini, siapa pun kita saat ini, kita mesti terus berjuang sebagaimana semangat saat kita masih kecil dahulu. Karena tidak ada yang tidak mungkin untuk kita kita jadikan cita dan kita gapai. Memang tidak ada yang tidak mudah dalam hidup ini.  Namun siapa pun kita saat ini, kita masih dapat terus berjuang dengan segenap kekuatan dan doa untuk menggapai semua cita yang ingin diraih. Sebab tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini, asalkan Allah SWT meridhoi.  ”Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ”Jadilah!” maka terjadilah ia.&#8221; (Qs. Yasin: 82)  &#8211; Never ending fighting-</p>
<p><em>Oleh <strong>Mursidah Noor Qomariah</strong></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=26&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/hidup-dan-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Tuhan Mengingatkan Manusia</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/jika-tuhan-mengingatkan-manusia/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/jika-tuhan-mengingatkan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 05:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Eko Jalu Santoso Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=24&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Oleh:<br />
Eko Jalu Santoso</p>
<p>Dikisahkan,<br />
seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.</p>
<p>Akhirnya<br />
untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai  bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya<br />
kembali.<br />
Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnyauntuk mau mendongak keatas.</p>
<p>Tiba-tiba<br />
mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu.<br />
Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.</p>
<p>Sahabat<br />
yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan,  namun kadangkala juga dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah, agar kita manusia mau mendongak keatas, mengingat-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” berupa kesehatan, kesuksesan karier, keberhasilan agar kita mau menengadahkan wajah menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya.<br />
Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal-hal yang menyenangkan itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas dan bersyukur atas rahmat-Nya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Seringkali<br />
berbagai rahmat dan berkah itu belum cukup membuat kita mau memberikan perhatian dengan  lebih mendekatkan diri<br />
kepada-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya</p>
<p>Karena itu, kadang-kadang Tuhan juga menggunakan pengalaman-pengalam an menyakitkan, seperti kegagalan, rasa sakit, kemiskinan, kesulitan, musibah, bencana dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas mengingat-Nya.<br />
Pengalaman menyakitkan itu untuk menarik perhatian kita agar mau menengadahkan wajah kepada-Nya,<br />
mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.<br />
Dengan demikian, kesulitan dan pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.”<br />
Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah.<br />
Hendaknya hal itu  menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.</p>
<p>Seorang rekan saya yang dulunya jarang berolahraga, suatu ketika menjadi sangat rajin berolahraga dengan bersepeda. Ia membeli sebuah sepeda yang harganya cukup mahal, hampir sama dengan harga sebuah sepeda<br />
motor. Ketika bertemu dengannya, saya menyanyakan kepadanya mengapa sekarang menjadi begitu rajin berolahraga bersepeda dan membeli sepeda yang cukup mahal? Dia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ia<br />
baru menjenguk seorang rekannya yang terkena penyakit jantung dan harus dirawat di rumah sakit.<br />
Rekannya ini harus menjalani operasi dan perawatan di RS yang menghabiskan biaya puluhan kali dari harga<br />
sebuah sepeda yang mahal sekalipun. Ia tahu rekannya ini karena begitu sibuknya dalam bekerja mengejar karier, sehingga melupakan kegiatan berolahraga. Inilah yang membuatnya sadar bahwa kita perlu bersyukur atas kesehatan yang  diberikan Tuhan dan menjaganya dengan baik. Inilah contoh pribadi yang memiliki kecerdasan hati sehingga<br />
tidak perlu menunggu Tuhan menjatuhkan “batu” kepada kita untuk mau bersyukur atas rahmat yang diberikannya.</p>
<p>Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, memiliki kedua mata untuk melihat dunia, kedua kaki yang menopang tubuh kita, kelengkapan panca indra yang sempurna, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Sudahkah hal itu menjadikan kita selalu menengadahkan wajah kepada-Nya, mengingat-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya ?<br />
Ataukah hal itu belum menarik perhatian kita, sehingga menunggu  Allah menjatuhkan “batu” kepada kita ?.</p>
<p>SEMOGA BERMANFAAT !</p>
<p>Sumber:<br />
Milis Motivasi Nurani Indonesia</p>
<p>Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=24&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2008/09/17/jika-tuhan-mengingatkan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selalu Ada Jalan Keluar</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/selalu-ada-jalan-keluar/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/selalu-ada-jalan-keluar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 08:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[school of life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/selalu-ada-jalan-keluar/</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu pagi, mentari tampak meredupkan cahayanya, tak seperti biasanya yang selalu tersenyum lebar dan menebarkan aroma cahaya kecerahan pada setiap insan di muka bumi. Sementara di sebelah sanapun sang hujan mulai menggoda, mulai melambai-lambaikan godaan awan seolah mengejek sang mentari tuk mulai bersenda gurau, &#8220;pagi yang menyejukkan..&#8221; guraunya. Sang mentaripun tersenyum simpul mendengar ejekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=23&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu pagi, mentari tampak meredupkan cahayanya, tak seperti biasanya yang selalu tersenyum lebar dan menebarkan aroma cahaya kecerahan pada setiap insan di muka bumi.</p>
<p>Sementara di sebelah sanapun sang hujan mulai menggoda, mulai melambai-lambaikan godaan awan seolah mengejek sang mentari tuk mulai bersenda gurau, &#8220;pagi yang menyejukkan..&#8221; guraunya.</p>
<p>Sang mentaripun tersenyum simpul mendengar ejekan sang hujan, dengan lirihpun berucap, &#8220;wangi aroma cahayaku tak sirna oleh lambaian godaan awanmu&#8230;..&#8221; Sang hujanpun balas mengejek, &#8220;bagaimana mungkin engkau tak kan terhalang, sedang aroma cahayamu tak sampai di muka bumi?&#8221;</p>
<p>Sang mentari dengan tegas menjawab, &#8220;wangi aroma cahayaku akan selalu terpancar oleh hati-hati hamba yang beriman, walau mendung awan menyelemuti bumi mereka.&#8221; Mendengar jawaban demikian sang hujanpun berujar, &#8220;sungguh engkau telah benar!.&#8221;</p>
<p>Itulah sepenggal kalimat yang barangkali menjadi sebuah bahan inspirasi, bahwa pada dasarnya sinar cahaya akan selalu benderang menghiasi ruangan &#8211; ruangan hati hamba yang beriman. Sang cahaya tak hilang walau diterjang berbagai awan yang melintang, karena sesungguhnya awan itu hanyalah sebuah &#8220;sarana penegasan&#8221; untuk bisa melihat sang cahaya kembali.</p>
<p>Begitulah, kita hidup di dunia ini, terkadang karena berbagai problema hidup seolah menenggelamkan sumber cahaya abadi yang ada dalam hati ini, padahal justru karena problema hidup itu, &#8220;nilai&#8221; kita semakin teruji. Bagaimana mungkin kita bisa dibedakan dengan makhluk Allah yang lain, bila kita tidak pernah diuji.</p>
<p>Justru karena ujian, kita &#8220;dipaksa&#8221; untuk selalu mengasah akal dan fikiran kita. Justru karena ujian, kita selalu dan selalu melihat tanda -tanda kekuasaan Allah. Karena sesungguhnya bagi seorang mu&#8217;min &#8220;segalanya merupakan kebaikan.&#8221;</p>
<p>Dalam sebuah haditspun Rasulullah pernah bersabda, &#8221; Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin. &#8220;</p>
<p>Terkadang, saat kita mengalami sebuah persoalan ekonomi misalnya, begitu berat gundah gulana melanda fikiran kita, perasaan kita bahkan hati kita terasa kacau balau. Namun sadarkah kita, bahwa seberat apapun masalah yang kita hadapi &#8220;pasti&#8221; sesuai ukuran yang Allah berikan kepada kita. Ini yang harus senantiasa menjadi sebuah &#8220;keyakinan mutlak&#8221; dalam diri kita.</p>
<p>Sikap kita terhadap sebuah permasalahan, ternyata lebih penting dibanding masalah itu sendiri. Kita sadar di dunia ini tidak ada satupun manusia yang tidak mempunyai masalah, karena memang karena itulah manusia terlahir ke muka bumi, untuk merampungkan masalah. Melalui sebuah masalah, sungguh-sungguh nilai kita diuji oleh Allah. Akankah karena suatu masalah membawa kita semakin dekat kepada Allah? Atau malah mungkin semakin jauh dari bimbingan Allah?</p>
<p>Tatkala karena suatu masalah menimpa kita, lalu setahap demi setahap semakin bisa melihat &#8220;betapa besar kekuasaan Allah&#8221;, maka insya Allah balasan dari Allah lebih besar dari masalah itu sendiri. Namun jika kita semakin membawa diri kepada sebuah kemalasan, kejenuhan, hilangnya motivasi diri&#8230;. jangan-jangan kita terbawa kepada sebuah &#8220;tipu daya&#8221; dari nafsu kita sendiri, yang pada akhirnya membawa kepada sebuah kesengsaraan hakiki.</p>
<p>Sikap kita bisa &#8220;selamat&#8221;, tatkala pada titik puncak &#8220;keyakinan hakiki&#8221; mengatakan bahwa, &#8220;tiada daya dan upaya kecuali karena Allah semata&#8221;, bukan karena fikiran kita, bukan karena strategi kita, bukan karena kelihaian lobby kita, bukan karena skill kita&#8230;. dan bla.. bla&#8230;&#8230; Tatkala kita &#8220;merasa&#8221; bisa mengatasi permasalahan namun dalam hati kita, berkata &#8221; karena kemampuan fikiran saya&#8221; dan melupakan &#8220;pemberi&#8221; fikiran kita sendiri&#8230; Maka sesungguhnya lambat laun tanpa sadar&#8230; Kita terbawa pada arus &#8220;kesombongan diri..&#8221;"Na&#8217;udzubillah!!!!.</p>
<p>Maka, seandainya saja, kita sudah bisa melihat &#8220;rahasia&#8221; sebuah masalah, maka sungguh &#8220;penglihatan akan keagungan kekuasaan Allah semakin terbuka.&#8221; Yang terbuka oleh mata hati ini&#8230;.. Karena hati ini telah bisa melihat, maka pancaran cahayanyapun akan menyinari sang fikiran untuk berfikir lebih jernih&#8230; Lebih terarah&#8230;, juga kan menyinari setiap langkah dan lintasan fikiran kita&#8230;. hingga &#8220;jalan keluarpun&#8221; akan diturunkan oleh &#8220;Sang Pemberi Cahaya.&#8221;</p>
<p>Dalam do&#8217;a Ibnu Athaillah, disebutkan, “<em>Inilah aku mendekat pada-Mu dengan perantara kefakiranku (kebutuhanku) kepada-Mu, Dan bagaimana aku akan dapat berperantara kepada-Mu, dengan sesuatu yang mustahil akan dapat sampai kepada-Mu (yakni tidak ada perantara kepada Allah dengan sesuatu selain Allah). Dan bagaimana aku akan menyampaikan kepada-Mu keadaanku, padahal tidak tersembunyi daripada-Mu. Dan bagaimana akan saya jelaskan pada-Mu halku, sedang kata-kata itu pula daripada-Mu dan kembali kepada-Mu. Atau bagaimana akan kecewa harapanku, padahal telah datang menghadap kepada-Mu. Atau bagaimana tidak akan menjadi baik keadaanku, sedang ia berasal daripada-Mu dan kembali pula kepada-Mu. &#8220;</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=23&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/selalu-ada-jalan-keluar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendengarkan</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/mendengarkan/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/mendengarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 08:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[school of life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/mendengarkan/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini jam delapan tepat, aku harus menghadiri rapat harian operasi pabrik mewakili unit kerja tempatku bertugas. Sebelumnya aku harus mengecek notulen rapat kemarin yang dikirim melalui jaringan intranet perusahaan. Rapat biasa dihadiri oleh sekitar lima belas orang, mewakili beberapa departemen, bagian dan seksi. Berlangsung di ruang rapat lantai dua control building pabrik. Sebelum dimulai, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=22&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini jam delapan tepat, aku harus menghadiri rapat harian operasi pabrik mewakili unit kerja tempatku bertugas. Sebelumnya aku harus mengecek notulen rapat kemarin yang dikirim melalui jaringan i<em>ntranet </em>perusahaan. Rapat biasa dihadiri oleh sekitar lima belas orang, mewakili beberapa departemen, bagian dan seksi. Berlangsung di ruang rapat lantai dua <em>control building</em> pabrik.</p>
<p>Sebelum dimulai, pimpinan rapat memimpin do’a dengan khusyuk. Dari jendela kaca terlihat kepulan asap buangan pabrik di antara deretan ribuan meter pipa dan menjulangnya peralatan-peralatan pabrik. Operator pabrik bekerja giat dengan ikhlas meraih ridho Allah SWT, menghasilkan butiran-butiran putih bersih pupuk urea. Bermanfaat untuk menunjang sektor pertanian yang menghasilkan bahan pangan. Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8221; Khoirunnasi anfa&#8217;uhum linnas” yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya (HR Daruquthni).<br />
</em></p>
<p>Gas dan cairan mengalir dalam pipa-pipa jaringan proses dalam pabrik, diiringi dengung suara peralatan pabrik bertasbih memuji kebesaran-Nya. Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Namun, kita tidak mengetahui persis cara tasbih mereka.</p>
<p>Rapat harian operasi pabrik berlangsung lancar selama setengah jam. Peserta rapat mematuhi aturan tata tertib yang telah disepakati. Argumentasi dalam rapat berlangsung dengan santun. Tidak merasa lebih hebat jika argumentasi berhasil diterima forum rapat. Tidak ada perdebatan sengit. Keputusan rapat bisa diterima semua pihak. Kuncinya adalah kesepakatan untuk mendapatkan <em>win-win</em> solution. Kerjasama tim diutamakan untuk mencapai sasaran perusahaan yang telah ditetapkan. Suatu pendapat harus didengarkan dan dihargai.</p>
<p>Orang bijak mengatakan, karunia dua telinga dan satu mulut bermakna bahwa kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. Suatu hal yang tidak kita sadari. Kita sering lalai saat diperdengarkan panggilan mulia Allah SWT, yaitu adzan. Ketika adzan dikumandangkan, kita mengabaikannya, asyik dengan kesibukan sendiri. Tetap berbincang-bincang dengan orang lain di tengah alunan adzan yang mempunyai makna sangat dalam adalah hal yang tidak seharusnya untuk dilakukan.</p>
<p><em>&#8221;Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. &#8221; (QS Al-Mulk: 23). </em>Pendengaran adalah karunia-Nya yang mutlak untuk disyukuri. Salah satunya dengan cara mendengarkan dengan perhatian penuh apabila ayat Al-Qur’an dibacakan. Sekedar contoh, dalam acara pernikahan, sering dilantunkan ayat Al-Qur’an. Sebagian yang hadir dalam acara tersebut tidak mendengarkannya. Asyik melakukan obrolan bahkan kadang sambil tertawa. Padahal, Allah SWT telah memberikan perintah untuk mendengarkan ayat Al-Qur’an. ”<em>Dan apabila dibacakan Al-Qur&#8217;an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ” (QS Al-A’raaf [7]:204). </em></p>
<p>Karakteristik orang beriman tergambar dalam ayat berikut. Suatu komitmen untuk mendengar, kemudian diikuti dengan ketaatan kepada Allah SWT. <em>&#8221;Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): &#8216;Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya&#8217;, dan mereka mengatakan: &#8216;Kami dengar dan kami taat&#8217;. (Mereka berdoa): &#8216;Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali&#8217;. &#8221; (QS Albaqarah [2]: 285).<br />
</em></p>
<p>Tanda syukur kepada Allah SWT kita atas nikmat pendengaran, adalah selalu digunakan untuk mendengarkan hal-hal yang baik. Kita hindari mendengarkan pembicaraan yang tidak baik sepertigunjingan atau isyu dan fitnah terhadap seseorang.</p>
<p>Kita tentu ingat, saat seorang bayi lahir ke dunia, kalimat thoyibah segera diperdengarkan ke kedua telinganya, yaitu adzan dan iqomah. Suatu hal yang mengandung makna agar untuk seterusnya telinga harus dijaga dan selalu digunakan di jalan-Nya hingga akhir hayat kita.</p>
<p>Bontang, 12 Syawal 1428 H/ 24 Oktober 2007.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=22&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/mendengarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syukur Saat Sehat, Sabar Saat Sakit</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/syukur-saat-sehat-sabar-saat-sakit/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/syukur-saat-sehat-sabar-saat-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 08:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/syukur-saat-sehat-sabar-saat-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[Terdengar alarm tanda waktu pulang kerja. Aku segera merapikan tumpukan dokumen di meja kerja, mengunci laci meja dan mematikan komputer. Kemudian menuju mesin absensi yang selalu setia melakukan identifikasi sidik jari tangan saat masuk kerja dan pulang kerja. Sore itu, sebelum pulang ke rumah aku akan mampir ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk seorang tetangga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=21&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terdengar alarm tanda waktu pulang kerja. Aku segera merapikan tumpukan dokumen di meja kerja, mengunci laci meja dan mematikan komputer. Kemudian menuju mesin absensi yang selalu setia melakukan identifikasi sidik jari tangan saat masuk kerja dan pulang kerja. Sore itu, sebelum pulang ke rumah aku akan mampir ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk seorang tetangga dekat rumah yang menjalani rawat inap. Beberapa menit sebelum jam kerja berakhir, aku sempat mengirim sms untuk isteriku, memberitahukan bahwa kepulanganku ke rumah agak terlambat karena menjenguk tetanggaku itu.</p>
<p>Allah SWT memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga, sesuai firman-Nya: <em>&#8220;Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. &#8221; (QS An Nisaa&#8217; [4]: 36 ). </em> Beberapa hadis Rasulullah SAW juga mengingatkan kita untuk menghormati tetangga, tidak menyakiti tetangga dan memenuhi hak tetangga. Salah satu hak tetangga yang harus dipenuhi adalah menjenguknya jika sakit.</p>
<p>Setiba di lobby ruang rawat inap yang sangat bersih dan nyaman, aku menanyakan lokasi ruang rawat inap tetanggaku kepada seorang petugas medis yang bertugas. Ia menjawab dengan ramah dan menunjukkan lokasi ruang rawat inap yang kumaksud. Rumah sakit yang bersih dan nyaman disertai keramah tamahan dokter, petugas medis, petugas kebersihan atau petugas lain merupakan harapan setiap pasien yang sedang berobat. Hal ini akan membantu proses penyembuhan penyakit atas izin-Nya.</p>
<p><em>“ Ada dua nikmat yang banyak orang lalai mensyukurinya yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu” (HR Bukhari). </em> Nikmat sehat merupakan karunia dari Allah SWT, dan sering dianggap sebagai suatu hal yang biasa saja, sehingga kita lalai untuk bersyukur kepada-Nya. Biasanya, kesadaran akan besarnya nikmat sehat baru timbul pada saat kita mengalami sakit. Pada saat terbaring sakit, betapa lemah dan tidak berdayanya kita. Dalam kondisi seperti, kita akan mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan baik, termasuk melakukan ibadah wajib seperti sholat lima waktu. Namun, Allah SWT memberikan keringanan-keringanan saat kita mengalami sakit. Jika tidak bisa berdiri karena kondisi badan lemah ketika sakit, kita boleh sholat sambil duduk. Begitu juga dengan puasa wajib di bulan Ramadhan, jika sakit, kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Dengan konsekuensi mengganti puasa pada hari yang lain. Allah SWT menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagi hamba-Nya dalam beribadah.</p>
<p>Allah berfirman: <em>“ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu “ (QS Al-Baqarah [2]: 168). </em> Ayat di atas merupakan peringatan dari Allah SWT yang harus kita perhatikan. Makan makanan yang halal dan baik sesuai kebutuhan tubuh. Tidak berlebihan. Banyak penyakit yang diakibatkan oleh faktor makanan. Puasa wajib di bulan Ramadhan dan puasa sunnah yang dilakukan secara rutin akan memberi manfaat yang banyak terhadap kesehatan tubuh. Para ahli kesehatan telah melakukan penelitian terkait dengan puasa dan bisa membuktikannya secara ilmiah kedokteran.</p>
<p>Melakukan olahraga secara teratur adalah cara untuk menjaga kesehatan diri kita. Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita beberapa jenis olahraga. Beliau sering melakukan beberapa jenis olahraga, yaitu berenang, lari, gulat, panahan, anggar dan pacuan kuda (HR Baihaqi, Hakim, Abu Dawud dan Bukhari). Jangan memaksakan diri kita untuk berolahraga di luar kemampuan. Bagaimanapun juga, tubuh memerlukan istirahat dengan tidur yang cukup dan teratur.</p>
<p>Di samping itu, memelihara kebersihan lingkungan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus kita laksanakan secara konsisten. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan yang tidak kondusif ditinjau dari aspek kesehatan. Sampah yang tidak tertangani dengan baik, saluran air pembuangan yang tidak lancar mengalir, ventilasi dan pencahayaan matahari yang kurang dalam rumah merupakan contoh penyebab munculnya berbagai penyakit. Hewan peliharaan dan kandangnya juga memerlukan penanganan kebersihan secara rutin.</p>
<p>“<em>Dan apabila aku sakit, Dia -lah yang menyembuhkan aku” (QS Asy Syu’araa’ [26]: 80)</em>. Jika Allah SWT memberikan ujian berupa sakit, ikhtiar harus dilakukan dengan berobat kepada yang ahli dalam bidang pengobatan melalui cara pengobatan yang sesuai dengan syariat. Tentu diisertai do’a mohon kesembuhan kepada-Nya. Kita harus bersabar dan menyadari bahwa sakit yang kita alami adalah kehendak-Nya.</p>
<p>Bisa jadi sakit yang dialami sebagai kafarat atau penghapus dosa dan kesalahan kita. <em>&#8221;Tidaklah menimpa seorang mukmin satu kepayahan pun, tidak pula sakit yang terus-menerus, tidak pula kecemasan, kesedihan, gangguan, dan tidak pula kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya, kecuali dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. &#8221; (HR Bukhari dan Muslim). </em></p>
<p>Bontang, 6 Syawal 1428 H/ 18 Oktober 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=21&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/syukur-saat-sehat-sabar-saat-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berempati dan Tolong Menolong</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/berempati-dan-tolong-menolong/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/berempati-dan-tolong-menolong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 08:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/berempati-dan-tolong-menolong/</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai fitrah, kita diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial. Interaksi dengan orang lain menjadi kebutuhan mutlak. Sehingga bisa terjadi sosialisasi, saling tolong menolong dan saling melengkapi sesuai kemampuan yang melekat pada diri masing-masing. Pernahkah kita memikirkan saat kita menikmati makanan, berapa jumlah orang yang telah berkontribusi terhadap kita? Makanan yang kita makan melibatkan sekian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=20&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai fitrah, kita diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial. Interaksi dengan orang lain menjadi kebutuhan mutlak. Sehingga bisa terjadi sosialisasi, saling tolong menolong dan saling melengkapi sesuai kemampuan yang melekat pada diri masing-masing.</p>
<p>Pernahkah kita memikirkan saat kita menikmati makanan, berapa jumlah orang yang telah berkontribusi terhadap kita? Makanan yang kita makan melibatkan sekian orang petani, peternak, nelayan, pedagang bahan makanan, pengemudi kendaraan yang mengangkut bahan makanan. Untuk mengolah bahan makanan diperlukan bahan bakar berupa gas atau minyak tanah. Ribuan orang bekerja di pabrik pengolah gas, kilang minyak tanah, dan sumur penambangan gas dan minyak bumi. Kompor, panci, wajan untuk mengolah makanan diproduksi di pabrik yang juga melibatkan sekian banyak pekerja. Subhanallah, rahmat Allah SWT diturunkan kepada kita dengan perantaraan sekian banyak orang, sehingga kita bisa menikmati makanan yang merupakan kebutuhan hidup.</p>
<p>Ilustrasi di atas sebagai sekedar contoh. Ternyata satu jenis nikmat Allah SWT kepada kita datang dengan berbagai cara dan jalan yang dikehendaki-Nya. Padahal nikmat-Nya tak terhitung banyaknya. Orang-orang di sekitar kita dan di tempat lain yang tidak kita ketahui telah memberikan manfaat untuk kita. Sewajarnya kita tidak perlu merasa hebat. Keberhasilan kita dalam berbagai hal tidak bisa dianggap karena peran sendiri. Orang lain ikut berperan sesuai kemampuannya. Jangan pula merasa berjasa karena telah memberikan kebaikan kepada orang lain dengan mengatakan, ” Dia bisa maju usahanya karena saya telah membantunya dalam banyak hal ”, atau mengatakan, ” Bos bisa maju karirnya berkat kerja keras saya sebagai bawahannya. ”</p>
<p>Orang bijak mengatakan, ” Lupakanlah kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain. Namun ingatlah selalu kebaikan-kebaikan orang lain pada diri kita. Lupakan pula kesalahan-kesalahan orang lain pada diri kita, sebaliknya ingatlah selalu kejelekan-kejelekan yang telah kita lakukan terhadap orang lain. ”</p>
<p>Fenomena kehidupan dunia saat ini sangat hedonis. Dampaknya, manusia mempunyai kecenderungan untuk bersifat egoistik. Lebih mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Banyak contoh nyata egoisme yang ditemui sehari-hari dalam kehidupan. Bisa jadi, kita telah melakukan praktek-praktek egoisme tersebut secara sadar ataupun tidak. Harus disadari bahwa egoisme adalah suatu penyimpangan dari jalan yang diridhoi-Nya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi sifat egoistik yang ada pada diri kita diperlukan suatu ikhtiar, yaitu dengan menumbuhkan empati. Empati merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam interaksi antar pribadi. Dengan empati, kita bisa saling memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Sehingga kita tidak akan meraih tujuan yang menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan pada orang lain. Pada dasarnya, empati itu telah tertanam pada diri setiap manusia. Suatu sunatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia oleh Allah SWT.</p>
<p>Saling memahami antar pribadi yang timbul dari empati akan meningkatkan kesadaran akan saling ketergantungan. Karenanya akan timbul keinginan saling bekerjasama. Selanjutnya akan timbul keinginan untuk mendahulukan kepentingan orang lain. Akhirnya terjalin rasa belas kasihan dan tenggang rasa terhadap sesama hamba Allah SWT.</p>
<p>Rasulullah SAW, panutan kita, mempunyai empati yang dalam terhadap orang lain seperti yang tergambar dalam ayat berikut ini. “ Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. ” (QS At Taubah [9]:128).</p>
<p>“ Seorang muslim bersaudara dengan sesama Muslim lainnya, tidak boleh menganiaya dan tidak boleh dibiarkan dianiaya oleh orang lain. Dan barangsiapa yang menyampaikan hajat saudaranya, niscaya Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan barangsiapa membebaskan kesukaran seorang Muslim di dunia, niscaya Allah akan membebaskan kesukarannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup kejelekannya di hari kiamat. ” (HR Bukhari Muslim).</p>
<p>Hadis di atas menekankan tentang pentingnya empati dengan memahami permasalahan yang dihadapi oleh orang lain. Kepedulian terhadap kesulitan orang lain merupakan indikator sejauh mana rasa ukhuwah seseorang terhadap orang lain. Dalam hal ini atribut-atribut duniawi seperti pangkat, kedudukan ataupun status sosial harus ditanggalkan. Harus disadari bahwa kita semua adalah hamba Allah SWT.</p>
<p>Kita selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam berbagai hal. Kondisi tidak bisa berbuat sesuatu, seperti saat kelahiran atau saat kematian menunjukkan contoh betapa pertolongan orang lain sangat kita butuhkan. ” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS Al-Maa-idah [5]:2)</p>
<p>Bangsa kita yang sedang bangkit dari keterpurukan, harus menumbuhkan empati antar pribadi dalam berbagai aspek kehidupan. Egoisme dibuang jauh-jauh demi tujuan bersama yang lebih mulia yaitu kemajuan dan kejayaan bangsa. Pejabat saling berempati dengan rakyat, antar pejabat saling berempati, pimpinan saling berempati dengan bawahan dan seterusnya. Sifat tolong menolong dikedepankan. Dengan kondisi seperti ini, atas izin Allah SWT berbagai permasalahan bangsa dapat teratasi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=20&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/berempati-dan-tolong-menolong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Rumah Di Surga</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/membangun-rumah-di-surga/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/membangun-rumah-di-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 08:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/membangun-rumah-di-surga/</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah-tengah era globalisasi seperti sekarang, saat rumah-rumah mentereng dan gedung-gedung pencakar langit dengan cepatnya dibangun, ironisnya pembangunan masjid selalu terbengkalai. Tidak jarang kita lihat, masih banyak bangunan masjid dari tahun ke tahun hanya pondasi dan tiang-tiangnya saja yang berdiri kokoh. Terkadang malah peresmian sebuah masjid merupakan peletakkan batu pertama sekaligus batu terakhir. Di beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=19&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah-tengah era globalisasi seperti sekarang, saat rumah-rumah mentereng dan gedung-gedung pencakar langit dengan cepatnya dibangun, ironisnya pembangunan masjid selalu terbengkalai. Tidak jarang kita lihat, masih banyak bangunan masjid dari tahun ke tahun hanya pondasi dan tiang-tiangnya saja yang berdiri kokoh. Terkadang malah peresmian sebuah masjid merupakan peletakkan batu pertama sekaligus batu terakhir.</p>
<p>Di beberapa daerah misalnya, untuk menyelesaikan satu masjid, warga setempat yang dimotori oleh pemudanya (remaja masjid) turun ke jalan guna meminta sumbangan. Ini membuktikan kurangnya kesadaran kita akan fadhilah berinfak di masjid. Padahal, setiap uang yang diinfakkan, kemudian dengan uang tersebut dimanfaatkan untuk kemakmuran masjid sama artinya kita membangun rumah di surga.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membangun masjid dengan hartanya maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga. ” (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Sebutlah kita tak mampu membangun satu masjid dengan biaya sendiri. Namun bukan berarti tak bisa membangun sebuah rumah kelak di surga. Pada hakikatnya, setiap sumbangan yang kita tujukan ke masjid, sedikit demi sedikit mejadi tabungan untuk membangun rumah kita yang ada di surga nanti. Mungkin sebagian uang yang diinfakkan hari ini digunakan pengurus masjid membeli pasir lalu besoknya dibelikan batu dan besoknya lagi dibelikan semen. Dari yang sedikit itulah nantinya pembangunan yang direncanakan akan selesai.</p>
<p>Berinfak sebenaranya bukan mengurangkan harta. Walaupun nominalnya berkurang, tapi sesungguhnya uang yang ada justru akan dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat. Ini bisa dirasakan dari keberkahan uang yang dimiliki. Dan tidak jarang, semakin rajin orang yang berinfak maka semakin luas rejekinya.</p>
<p>Firman Allah swt: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)</p>
<p>Dengan menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk pembangunan masjid berarti telah membuktikan diri kita seorang mu’min. Karena dengan demikian kita termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid. Dan sebagai gantinya, Allah akan mempersiapkan rumah buat kita di surga nanti.</p>
<p>Firman Allah swt: “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 9:18)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=19&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/membangun-rumah-di-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit Tertawa Banyak Menangis</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/sedikit-tertawa-banyak-menangis/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/sedikit-tertawa-banyak-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 07:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/sedikit-tertawa-banyak-menangis/</guid>
		<description><![CDATA[” Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. ” (QS At-Taubah[9]:82). “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. ” (QS An-Najm[53]: 43) Allah SWT telah memberi karunia perasaan hati atau emosi kepada kita. Emosi akan bereaksi oleh sesuatu yang dilihat atau dirasakan. Diekspresikan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=18&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>” Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. ” (QS At-Taubah[9]:82). “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. ” (QS An-Najm[53]: 43)</p>
<p>Allah SWT telah memberi karunia perasaan hati atau emosi kepada kita. Emosi akan bereaksi oleh sesuatu yang dilihat atau dirasakan. Diekspresikan dalam dua bentuk perasaan, yaitu kegembiraan dan kesedihan yang biasanya diikuti dengan kemarahan. Kegembiraan yang berlebihan maupun kesedihan yang mendalam apabila tidak dikendalikan akan menyebabkan luapan emosi. Kita harus bersikap wajar dalam menanggapi sesuatu hal, tidak emosional dan menghadapinya dengan tenang dan lapang dada.</p>
<p>Fenomena yang ada di masyarakat saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Orang dengan mudah melampiaskan emosi. Oleh suatu hal kecil yang tidak berkenan, timbul tindakan berlebihan karena kemarahan atau kekecewaan. Sebagai contoh, saat terjadi penggusuran oleh aparat yang berwenang. Aparat melampiaskan emosinya dengan bertindak secara keras di tengah isak tangis korban penggusuran yang melakukan perlawanan secara keras pula. Hal yang sering dijumpai pula adalah pendukung tim sepakbola yang kecewa karena tim yang didukungnya kalah. Pelampiasan kekecewaan dilakukan dengan merusak sarana umum yang merugikan orang banyak.</p>
<p>Masing-masing pihak menuruti hawa nafsu semata, dan mengabaikan hati nurani. Hanya keteguhan iman yang akan membuat seseorang bisa menguasai emosinya dalam setiap kejadian dengan izin Allah SWT.</p>
<p>Dengan iman yang teguh, semua qadha dan qadar akan diterima. Harus disadari, dalam dinamika kehidupan, kita akan selalu mengalami siklus suka dan duka, puas dan kecewa, sehat dan sakit, menang dan kalah, tertawa dan menangis sesuai kehendak-Nya. “ (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu “ (QS Al-Hadiid[57]: 23).</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “Dua mata yang tidak akan terkena api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga dijalan Allah.” Menangis yang dimaksud dalam hadis di atas bukan tangis cengeng tanda putus asa. Namun, menangis karena Allah SWT, yang merupakan indikator kelembutan hati dan kepekaan jiwa. Tangisan yang ditimbulkan oleh getaran-getaran keimanan dalam sanubari. Terkadang kita sulit menangisi dosa dan kesalahan atau tidak menangis karena tidak menyadari betapa tidak berdayanya kita di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya.</p>
<p>Pada saat suatu keinginan dapat tercapai, acapkali kita terlena, kegembiraan dirasakan. Tertawa terbahak diekspresikan. Tidak disadari bahwa apa yang telah dicapai merupakan karunia Allah SWT. Seyogyanya rasa syukur harus diungkapkan, tidak sekedar mengucapkan: “Alhamdulillah”. Karunia yang diberikan atas keinginan yang tercapai harus dimanfaatkan di jalan-Nya. Allah menjanjikan akan menambah nikmat jika kita bersyukur. ” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221; (QS Ibrahim[14]: 7)</p>
<p>Tertawa berlebihan akan mematikan hati nurani. Tertawa yang baik adalah yang dicontohkan oleh Rasulullah, ” Aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum semata. ” (HR Bukhari).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=18&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/sedikit-tertawa-banyak-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Tidur Setelah Shubuh</title>
		<link>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/jangan-tidur-setelah-shubuh/</link>
		<comments>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/jangan-tidur-setelah-shubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 02:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumbahpetis</dc:creator>
				<category><![CDATA[school of life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/jangan-tidur-setelah-shubuh/</guid>
		<description><![CDATA[Selesai makan malam, sambil menikmati istirahat bersama keluarga di rumah, kubuka e-mail inbox. Seorang teman, anggota mail list mengirim e-mail dengan lampiran slide Power Point. Kubuka slide halaman pertama. Judulnya ’Keutamaan Sholat Subuh Berjama’ah di Masjid’. Terdapat penjelasan di bawahnya, disarikan dari buku ‘Misteri Sholat Subuh’ karya DR. Raghib As-Sirjani. Kelihatannya sangat menarik dan bermanfaat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=17&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selesai makan malam, sambil menikmati istirahat bersama keluarga di rumah, kubuka <em>e-mail inbox. </em> Seorang teman, anggota <em>mail list</em> mengirim <em>e-mail</em> dengan lampiran <em>slide</em> Power Point. Kubuka <em>slide</em> halaman pertama. Judulnya ’Keutamaan Sholat Subuh Berjama’ah di Masjid’. Terdapat penjelasan di bawahnya, disarikan dari buku ‘Misteri Sholat Subuh’ karya DR. Raghib As-Sirjani. Kelihatannya sangat menarik dan bermanfaat. Segera ku-<em>copy </em>untuk dimasukkan dalam f<em>older </em>ibadah dari <em>file</em>-ku. Sehingga bisa dibaca dengan lebih seksama.</p>
<p>Sholat subuh merupakan ibadah yang bagi sebagian orang terasa berat untuk dilakukan di awal waktu. Mereka terbuai oleh nikmatnya tidur. Rutinitas kehidupan kita berupa siklus kantuk, tidur, bangun, dan beraktivitas merupakan karunia nikmat Allah SWT. Suatu sunatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia. <em>&#8221;Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. &#8221; (QS An-Naba&#8217; [78]: 9)</em>. Adzan untuk panggilan sholat Subuh agak berbeda. Ada tambahan ucapan <em>ashsholatu khoirumminan naum</em> sebanyak dua kali yang artinya sholat lebih baik daripada tidur. Beberapa masjid mengumandangkan adzan Subuh dua kali. Adzan pertama sebagai tanda <em>fajr-kadzib</em> sedangkan adzan kedua adalah tanda telah sampainya saat <em>fajr-shodiq</em>. <em>Fajr-shodiq</em> merupakan waktu Subuh yang sebenarnya.</p>
<p><em>Fajr-kadzib</em> masuk dalam periode sepertiga malam terakhir yang sangat istimewa. Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, bahwa pada saat sepertiga malam terakhir bagi siapa yang bermunajat kepada-Nya akan dipenuhi; yang memohon ampun akan diampuni, yang berdoa akan dikabulkan. Setelah mendengar adzan <em>fajr-kadzib</em>, seyogyanya kita segera bangun tidur, untuk melakukan <em>qiyamul lail</em>, sholat tahajud. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang terpuji bagi mereka yang mendirikan sholat tahajud <em>(QS Al-Israa&#8217; [17]: 79</em>). Rasulullah SAW mengajarkan doa bangun tidur:<em>&#8221;Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami akan kembali. &#8221; (HR Bukhari).<br />
</em><br />
Perlu usaha agar kita bisa bangun di akhir malam. Jika sudah terbiasa, akan mudah dan ringan untuk dilaksanakan. Caranya dengan tidur malam di awal waktu dan makan malam secukupnya saja. Di samping itu, menjelang tidur malam kita niatkan akan mendirikan shalat tahajud semata-mata mencari keridhoan-Nya. Tidak lupa berdo’a sebelum tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW: <em>&#8221;Dengan menyebut nama-Mu wahai Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati. &#8221; (HR Bukhari dan Muslim).<br />
</em><br />
Doa di atas dengan izin Allah SWT akan menjadikan kita selalu dalam penjagaan-Nya dan ingat akan kematian. Kematian bisa datang kapan saja. Mungkin besok, mungkin lusa, atau mungkin pada saat sedang menikmati tidur. Umur kita dan bagaimana kita mati adalah rahasia-Nya. Kita harus selalu siap siaga setiap saat agar saat maut menjemput, dalam keadaan husnul khatimah.</p>
<p>Kubuka <em>slide </em>Power Point tentang keutamaan sholat Subuh berjama’ah di masjid. Beberapa sabda Rasulullah SAW didalamnya, memberikan motivasi untuk senantiasa mendirikan sholat Subuh berjama’ah di masjid. Salah satu di antaranya:<em> “ Berikanlah kabar gembira bahwa barangsiapa yang sering berjalan dalam kegelapan menuju masjid akan mendapatkan cahaya yang sangat terang di hari kiamat “ (HR Abu Dawud, Tirmidzi &amp; Ibnu Majah)</em>. Yang dimaksud dengan berjalan dalam kegelapan menuju masjid adalah pergi ke masjid untuk sholat Isya’ dan sholat Subuh secara berjama’ah.</p>
<p>Waktu Subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barokah yang seharusnya kita manfaatkan dengan optimal. Rasulullah SAW memberikan contoh dengan tidak pernah tidur lagi usai mendirikan sholat Subuh di masjid. Berdzikir, tilawah dan tadabbur Al-Qur’an adalah amalan yang bisa dilakukan ba’da sholat Subuh hingga terbit matahari. Banyak dzikir ma’tsurat diajarkan oleh beliau yang bisa diamalkan.</p>
<p>Jika sholat Subuh kita lakukan di masjid secara rutin dan setelahnya tidak tidur. Namun, diikuti dengan amalan di atas hingga matahari terbit, akan banyak keberkahan yang didapatkan. Setelah matahari sepenggalah naik, bisa dilanjutkan dengan sholat dhuha. Semuanya merupakan bekal ruhiyah yang akan memberikan spirit dalam melakukan kegiatan sehari-hari untuk meraih ridho Allah SWT. Kegiatan sebagai pelajar atau mahasiswa, kegiatan berbagai profesi atau keahlian, maupun kegiatan para pensiunan atau purnawirawan dalam mengisi waktu luang yang memberikan manfaat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumbahpetis.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumbahpetis.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumbahpetis.wordpress.com&amp;blog=1696803&amp;post=17&amp;subd=rumbahpetis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumbahpetis.wordpress.com/2007/11/06/jangan-tidur-setelah-shubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85f14aa7b4f2c7ae950bcfad3a75584c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumbahpetis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
